13Pesanan Malaikat Jibrail Pada Umat Akhir Zaman Posted on September 28, 2021 September 28, 2021 by ApaCerita Press Ketika melalui proses Israk, Rasulullah saw. dibawa berjalan melalui pelbagai peristiwa yang perlu diterjemahkan oleh Malaikat Jibrail apa pengertiannya. PesanMalaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW | GPS (Gema Pecinta Sholawat) 3 Nasehat Malaikat Jibril Untuk Umat Akhir Zaman Agar Selamat Dunia dan Akhirat, Ternyata Tak Banyak yang Tahu - Lingkar Madiun. 5 Nasihat Kehidupan dari Malaikat Jibril. Hiduplah Sesukamu, Karena Pasti Kamu Mati - Sekolah Islam Al Ikhlas YMAI 13Pesanan Malaikat Jibril Pada Umat Akhir Zaman Semasa Israk dan Mikraj Berikut adalah 13 peristiwa yang dialami Rasulullah saw. sebagai panduan kepada kita sebagai umatnya; Rasulullah dapat melihat kaum yang sedang bertanam padi dan terus dapat menuai hasil tanaman mereka. dan hal itu berlaku berulang-ulang kali. Tigapesan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya. Mengutip kitab Nashaihul Ibad karya Syekh Nawawi , ia menyampaikan tiga pesan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad yang sebenarnya ditujukan kepada umat akhir zaman. Pertama Hiduplah sesukamu Muhammad, tapi ingatlah engkau akan mati. "Kita diberi kebebasan untuk menentukan pilihan INILAH5 PESAN PENTING MALAIKAT JIBRIL UNTUK RASULULLAH DAN KITA SEBAGAI UMATNYA"Jibril mendatangiku lalu berkata, "Wahai Muhammad! Hiduplah sesukamu, karena QjVGG. Allah SWT menciptakan beragam makhluk di alam semesta ini sudah pasti ada tujuannya. Ibarat dalam bahasa dunia industri, Allah SWT adalah sebagai produsen. Dan kita sebagai manusia adalah produk yang diciptakan Allah SWT. Setiap produk dalam dunia industri sudah pasti ada tujuan penciptaannya. Tak terkecuali kita sebagai hamba dan produk Allah SWT diciptakan tidak lain tidak bukan adalah untuk menyembah dan beribadah kepada - Nya. Tidak hanya manusia, malaikat sebagai makhluk dengan ketaatan tertinggi juga memiliki tujuan penciptaannya. Sebagai salah satu malaikat yang mengabdi kepada Sang Penciptanya. Malaikat Jibril memiliki peran sebagai perantara Allah SWT dalam menyampaikan wahyu kepada Rasulullah SAW. Peran ini sungguh sangat mulia, sehingga dalam hal ini Malaikat Jibril memiliki keistimewaan yang lebih daripada malaikat malaikat lainnya. Dalam suatu hadis Rasulullah SAW, disampaikan ada tiga pesan Malaikat Jibril kepada manusia. Apa saja itu? Diriwayatkan oleh Imam Ath Tabrani, Rasulullah SAW menyampaikan tentang tiga pesan Malaikat Jibril kepada manusia. Pesan yang disampaikan Malaikat Jibril memiliki indikasi sebagai bentuk peringatan kepada manusia. Yang pertama "hiduplah sesukamu karena sesungguhnya kamu kelak akan mati". Pesan yang pertama ini dilandasi atas kepastian Allah SWT dalam Al Qur'an, bahwa setiap dzat yang bernyawa pasti akan mati. Konteks kalimat "hiduplah sesukamu" maksudnya adalah hiduplah dalam ketaatan. Jangan sampai kenikmatan dunia melalaikan segalanya dan tujuan hidup manusia yang sebenarnya. Dan kematian akan menjemput kita tanpa kita memiliki persiapan untuk hal tersebut. Pesan yang kedua adalah "cintailah sesuatu sepuasmu, karena sesungguhnya kau kelak akan tetap berpisah dengannya". Hakikat dari pesan yang kedua ini juga adalah bentuk peringatan. Kadang manusia yang lalai akan hakikatnya sebagai seorang hamba, cenderung akan terlalu mencintai dunia. Ia lupa pada siapa yang berhak untuk dicintai yakni Allah SWT. Jika kita terlalu mencintai ciptaan - Nya maka kita akan berpisah darinya. Namun beda jika kita mencintai Allah SWT sebagai Sang Pencipta, kita akan senantiasa bersama Allah SWT selamanya. Pesan ketiga adalah "berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya kelak setiap perbuatanmu ada pertanggungjawabannya". Tentu pesan Malaikat Jibril yang ketiga ini tak jauh dari konteks mengingatkan manusia. Untuk senantiasa berhati hati dalam setiap tindakan dan perbuatan. Karena sesungguhnya apa yang kita lakukan, kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Wallahu a'lam. Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Muslima TCT Terkini Ketika melalui proses Israk, Rasulullah saw. dibawa berjalan melalui pelbagai peristiwa yang perlu diterjemahkan oleh Malaikat Jibril apa pengertiannya. Berikut adalah 13 peristiwa yang dialami Rasulullah saw. sebagai panduan kepada kita sebagai umatnya; 1. Rasulullah dapat melihat kaum yang sedang bertanam padi dan terus dapat menuai hasil tanaman mereka. dan hal itu berlaku berulang-ulang kali. Penerangan Jibril – “Itulah kaum yang berjihad yang digandakan pahala kebajikan sebanyak 700 kali ganda bahkan sehingga gandaan yang lebih banyak.” 2. Rasulullah tiba di sebuah tempat yang berbau harum. Itulah ku bur Masyitah, pembantu Firaun bersama suaminya dan anak-anaknya yang dibu nuh oleh Fir’aun kerana tetap teguh beriman kepada Allah. Penerangan Jibril – “Itulah balasan kepada mereka yang percaya dan berpegang teguh kepada Allah swt.” 3. Rasulullah dapat melihat sekumpulan orang yang meme cahkan kepala mereka dengan batu dan setiap kali dipe cahkan, kepala mereka sembuh kembali, lalu dipe cahkan lagi berulang kali. Penerangan Jibril – “Itulah orang-orang yang berat kepala mereka untuk sujud.” 4. Rasulullah bertemu dengan sekumpulan orang yang hanya menutup kema luan mereka dengan secebis kain dan diha lau seperti binatang ternakan, serta makan bara api. Penerangan Jibril “Itulah orang-orang yang tidak mengeluarkan zakat harta mereka.” 5. Rasulullah berjumpa kaum lelaki dan perempuan yang memakan daging men tah yang busuk sedangkan daging yang dimasak elok ada di sisi mereka. Penerangan Jibril – “Itulah lelaki dan perempuan yang melakukan zi na sedangkan lelaki dan perempuan itu masing mempunyai isteri atau suami.” 6. Rasulullah kemudian melihat seorang lelaki yang berenang dalam sungai da rah dan dilontarkan dengan batu-batu. Penerangan Jibril – “Itulah orang yang makan ri ba.” 7. Rasulullah lalu bertemu lelaki yang kerjanya menghimpun seberkas kayu yang dia tak berdaya memikulnya, tetapi tetap degil lalu menambahkan lagi bilangan kayu yang mahu dipikulnya. Penerangan Jibril – “Itulah orang tak dapat memenuhi amanah yang sudah diterima tetapi masih berani mahu menerima amanah yang lain.” 8. Rasulullah kemudian berjumpa dengan satu kaum yang sedang menggun ting lidah dan bibir mereka dengan gunting besi, setiap kali digunting, lidah dan bibir mereka kembali menjadi seperti biasa. Penerangan Jibril – “Itulah orang yang membuat fitnah dan mengatakan sesuatu yang dia sendiri tidak melakukannya.” 9. Rasulullah kemudian menemui sekumpulan orang yang mencakar muka dan dada mereka dengan kuku tembaga mereka. Penerangan Jibril – “Itulah orang yang mengumpat dan menjatuhkan maruah, mence la serta menghi nakan oang.” 10. Rasulullah juga dapat melihat seekor lembu jantan yang besar keluar dari lubang yang sempit bentuknya dan saiznya. Tetapi apabila lembu jantan itu cuba memasuki semula lubang tersebut, lembu itu gagal. Penerangan Jibril – “Itulah orang yang bercakap besar kemudian menyesal, tetapi penyesalannya sudah terlambat.” 11. Datang seorang perempuan dengan dulang yang penuh dengan perhiasan lalu Rasulullah bertindak tidak memperdulikannya. Penerangan Jibril – “Itulah dunia. Jika diberi perhatian kepadanya, nescaya umat Islam akan mengutamakan dunia daripada akhirat.” 12. Datang seorang lagi perempuan tua duduk di tengah jalan dan menyuruh Rasulullah berhenti lalu Rasulullah lagi sekali tidak menghiraukannya. Penerangan Jibril – “Itulah orang yang mensia-siakan usianya.” 13. Akhir sekali, datang pula seorang perempuan yang badannya bongkok tiga menahan Rasulullah. Terang Jibril – “Itulah gambaran umur dunia yang sangat tua dan menanti saat hari kiamat.” Cuba kita lihat semula 13 pengajaran yang ada Berjihadlah menegakkan agama Allah Berpeganglah kepada Allah swt sebagai Tuhan Yang Satu Utamakan solat Bayar zakat Elak zi na Elak ri ba Penuhi amanah Elak f!tnah Elak mengh!na orang lain Elak perasaan b0ngkak Utamakan akhirat berbanding dunia Jangan sia-siakan usia Dunia sudah sampai ke usia hujungnya sumber majalahilmu Oleh K Hasan Mansur SAg *Aparatur Sipil Negara ASN di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Majalengka istiqomah dan tetap kompak mengikuti rutinitas pengajian mingguan pascaapel pagi Senin 31/10/2017. Pengajian ini, meskipun durasinya tidak panjang, namun setidaknya menjadi tadzkiroh dan bisa memberikan kesejukan bagi rohani selama sepekan sekali. Pasalnya, hati yang tidak mendapatkan nasihat akan gersang, bahkan hati bisa mati. Lalu nasihat apa yang disampaikan pada pekan ini? Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kadipaten, K Hasan Mansur SAg, pun menyampaikan nasihat dari Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Nasihat pertama, "Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati!". Sebebas-bebasnya hidup pasti akan dibatasi oleh kematian. Hal yang terburuk bagi manusia adalah kematian, karena dengan datangnya kematian, maka manusia tidak akan pernah berbuat apa-apa lagi. Jangankan berbuat, berpikir saja manusia sudah tidak bisa lagi karena tubuh sudah ditinggalkan oleh rohnya. Kematian ini, akan datang dan menghampiri setiap manusia dan tidak mungkin mengingat kematian, diharapkan setiap mukmin menghilangkan ketergantungan dan ketamakan hati terhadap dunia dan kesenangan-kesenangannya. Dengan mengingat kematian, sudah seharusnya manusia memendekkan angan-angan untuk dunia dan hanya mengharapkan kehidupan di negeri akhirat yang kekal. Allah SWT berfirman, "Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui." Al-'Ankabut 29 64 Dengan demikian, hendaklah setiap hamba mempersiapkan diri untuk menyambut tujuan akhirnya yaitu kematian, dengan cara menyiapkan diri untuk sesuatu setelahnya akhirat. Nasehat kedua, "Cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya!". Setiap mukmin dibebaskan untuk mencintai siapa saja di antara semua makhluk, namun sesungguhnya mereka akan berpisah dengannya. Maka, jangan sampai seorang mukmin menyibukkan hatinya dengan kesenangan-kesenangan dunia yang fana berupa istri, anak, harta dan selainnya dari hal-hal yang SWT berfirman, "Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanya permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan dari ALLAH serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." Al Hadid 57 20Karena itu, bisa jadi semuanya akan pergi darimu, atau bisa jadi kamu yang pergi dari mereka! Maka sibukkanlah hati dengan kecintaan terhadap Dzat yang tidak akan pernah berpisah dan tidak akan pernah terpisah, yaitu dengan mengingat Allah SWT dan melakukan amal shalih yang dicintai ketiga,"Berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya!". "Berbuatlah sesukamu" berarti bahwa manusia bebas melakukan perbuatan yang baik maupun yang buruk sesukanya. Namun semuanya akan berakhir saat kematian datang, selanjutnya setelah kematian ternyata ada perhitungan dan pembalasan di akhirat. Setiap orang akan diberi putusan sesuai dengan konsekuensi dari SWT berfirman, "Berbuatlah apa yang kamu kehendaki; sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." Fu??ilat 41 40 ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala juga berfirman, "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya pula." Az-Zalzalah 99 7-8.Setiap balasan sesuai dengan amal yang telah dikerjakan, jika amalan yang dikerjakan tersebut baik, maka balasannya akan menyenangkan dan jika buruk, maka perjumpaan dengan balasan tersebut akan sangat menyedihkan.* Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka sumber Pesanan Malaikat Jibrail Pada Umat Akhir ZamanKetika melalui proses Israk, Rasulullah saw. dibawa berjalan melalui pelbagai peristiwa yang perlu diterjemahkan oleh Malaikat Jibrail apa pengertiannya. Berikut adalah 13 peristiwa yang dialami Rasulullah saw. sebagai panduan kepada kita sebagai umatnya;1. Rasulullah dapat melihat kaum yang sedang bertanam padi dan terus dapat menuai hasil tanaman mereka. dan hal itu berlaku berulang-ulang Jibrail – “Itulah kaum yang berjihad yang digandakan pahala kebajikan sebanyak 700 kali ganda bahkan sehingga gandaan yang lebih banyak.”2. Rasulullah tiba di sebuah tempat yang berbau harum. Itulah ku bur Masyitah, pembantu Firaun bersama suaminya dan anak-anaknya yang dibu nuh oleh Fir’aun kerana tetap teguh beriman kepada Jibrail – “Itulah balasan kepada mereka yang percaya dan berpegang teguh kepada Allah swt.”3. Rasulullah dapat melihat sekumpulan orang yang meme cahkan kepala mereka dengan batu dan setiap kali dipe cahkan, kepala mereka sembuh kembali, lalu dipe cahkan lagi berulang Jibrail – “Itulah orang-orang yang berat kepala mereka untuk sujud.”4. Rasulullah bertemu dengan sekumpulan orang yang hanya menutup kema luan mereka dengan secebis kain dan diha lau seperti binatang ternakan, serta makan bara Jibrail “Itulah orang-orang yang tidak mengeluarkan zakat harta mereka.”5. Rasulullah berjumpa kaum lelaki dan perempuan yang memakan daging men tah yang busuk sedangkan daging yang dimasak elok ada di sisi Jibrail – “Itulah lelaki dan perempuan yang melakukan zi na sedangkan lelaki dan perempuan itu masing mempunyai isteri atau suami.”6. Rasulullah kemudian melihat seorang lelaki yang berenang dalam sungai da rah dan dilontarkan dengan Jibrail – “Itulah orang yang makan riba.”7. Rasulullah lalu bertemu lelaki yang kerjanya menghimpun seberkas kayu yang dia tak berdaya memikulnya, tetapi tetap degil lalu menambahkan lagi bilangan kayu yang mahu Jibrail – “Itulah orang tak dapat memenuhi amanah yang sudah diterima tetapi masih berani mahu menerima amanah yang lain.”8. Rasulullah kemudian berjumpa dengan satu kaum yang sedang menggun ting lidah dan bibir mereka dengan gunting besi, setiap kali digunting, lidah dan bibir mereka kembali menjadi seperti Jibrail – “Itulah orang yang membuat fitnah dan mengatakan sesuatu yang dia sendiri tidak melakukannya.”9. Rasulullah kemudian menemui sekumpulan orang yang mencakar muka dan dada mereka dengan kuku tembaga Jibrail – “Itulah orang yang mengumpat dan menjatuhkan maruah, mence la serta menghi nakan oang.”10. Rasulullah juga dapat melihat seekor lembu jantan yang besar keluar dari lubang yang sempit bentuknya dan saiznya. Tetapi apabila lembu jantan itu cuba memasuki semula lubang tersebut, lembu itu Jibrail – “Itulah orang yang bercakap besar kemudian menyesal, tetapi penyesalannya sudah terlambat.”11. Datang seorang perempuan dengan dulang yang penuh dengan perhiasan lalu Rasulullah bertindak tidak Jibrail – “Itulah dunia. Jika diberi perhatian kepadanya, nescaya umat Islam akan mengutamakan dunia daripada akhirat.”12. Datang seorang lagi perempuan tua duduk di tengah jalan dan menyuruh Rasulullah berhenti lalu Rasulullah lagi sekali tidak Jibrail – “Itulah orang yang mensia-siakan usianya.”13. Akhir sekali, datang pula seorang perempuan yang badannya bongkok tiga menahan Jibrail – “Itulah gambaran umur dunia yang sangat tua dan menanti saat hari kiamat.”Cuba kita lihat semula 13 pengajaran yang ada Berjihadlah menegakkan agama AllahBerpeganglah kepada Allah swt sebagai Tuhan Yang SatuUtamakan solatBayar zakatElak zi naElak ribaPenuhi amanahElak fitnahElak menghina orang lainElak perasaan bongkakUtamakan akhirat berbanding duniaJangan sia-siakan usiaDunia sudah sampai ke usia hujungnyaMajalah ilmu Rasanya dah faham kan apa yang sebenarnya kita perlu lakukan? Paling berat antara semua rasanya pesanan Jibrail nombor 11. Yang itu banyak antara kita tewas. SUATU waktu, Nabi Muhammad Saw. mendapat nasihat dari Malaikat Jibril untuk umatnya. Nasihat itu dapat dijadikan pedoman, karena pesan yang tersirat didalamnya dapat menjadi nasihat sepanjang masa yang pasti dialami oleh umat Nabi. Dari Sahl bin Sa'ad berkata, "Rasulullah Saw. bersabda تَانِي جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ، فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مَفَارِقُهُ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ، "Jibril mendatangiku lalu berkata, 'Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati. Cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya.'" HR ath-Thabarabi dalam al-Mu'jam al-Ausath no 4278, Abu Nu'aim dalam Hilyatul Auliyaa, al-Hakim dalam al-Mustadrak 7921. Hadis ini dinyatakan Hasan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadis ash-Shahihah 2/483 Apa saja nasihatnya? 1. Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati Sebaik-baiknya nasihat adalah kematian. Dari nasihat ini kita tahu kematian merupakan hal yang pasti dan tidak mungkin mahluk dapat terhindar darinya. Jalan hidup merupakan suatu pilihan, menjadi buruk atau baik itu pilihan, menjadi pendosa atau bertakwa itu juga pilihan, pun menjadi hina atau mulia. Apapun dan bagaimanapun jalan hidup yang dipilih, ingatlah bahwa kematian itu pasti. Kematian bukan akhir, tapi awal di mana kita menjalani dunia baru yang sangat berbeda dari kehidupan dunia. 2. Cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya Manusia ditakdirkan sebagai mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Manusia memiliki hati untuk saling berkasih sayang. Namun sebesar apapun rasa cinta itu, tetaplah perpisahan pada akhirnya. Baik cinta kepada manusia, kepada mahluk lainnya, cinta kakak kepada adik, murid kepada guru, wanita kepada laki-laki, bahkan cinta orangtua kepada anak. Semua akan berpisah pada waktunya. Hanya satu cinta abadi, yaitu cinta kepada Allah Swt. 3. Dan berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya Sekecil apapun kebaikanmu, Allah pasti akan membalasnya. Setiap kebaikan atau keburukan, semua akan dipertanggungjawabkan dan dibalas oleh Allah, baik langsung maupun tidak. Karenanya perlu diingat, bahwa tidak ada perbuatan yang sia-sia. Semua akan ada perhitungannya. Jadi, alangkah baiknya jika kita merefleksi diri ketika hendak melakukan sesuatu.

pesan malaikat jibril kepada umat akhir zaman