Diketahui bahwa rata-rata produksi per petani petani tomat di Desa Lapandewa adaIah 2.456,67 kgmt-1, dengan harga jual rata-rata Rp 6.000kg-1, penerimaan rata-rata per petani per musim tanam adalah Rp. 14.740.000 dan penerimaan rata-rata per hektar adalah Rp 66.979.145,49 serta pendapatan rata-rata per petani per musim tanam Rp 8.522.356,58 buah tomat untuk dijadikan bahan masakan, salad, lalap atau makanan olahan seperti saus, manisan serta jus buah tomat. Produktivitas tanaman tomat di tahun 2013 meningkat menjadi 16,61 ton/ha sedangkan konsumsi buah tomat di tahun 2013 meningkat menjadi 1,72 kg/kapita/tahun (PUSDATIN, 2014). Permasalahan pada penerapan TEKNIK PRODUKSI TOMAT RAMAH LINGKUNGAN. Aji Fajri. Tomat merupakan salah satu sayuran penting di Asia dan Afrika. Kedua benua ini menurut laporan dapat memproduksi lebih dari 65% tomat di dunia. Buah tomat kaya akan nutrisi seperti vitamin, mineral dan anti oksidan, serta penting juga untuk menjaga keseimbangan gizi manusia. Curah hujan yang dikehendaki dalam pelaksanaan budidaya tomat ini ialah sekitar 750-1.250 mm/tahun. Keadaan tersebut berhubungan erat dengan ketersediaan air tanah bagi tanaman, terutama di daerah yang tidak terdapat irigasi teknis. Tanaman dapat tumbuh baik pada tanah yang gembur, sarang, subur, banyak mengandung humus dan pH tanah berkisar antara 5-6. Temperatur optimum untuk pertumbuhan tomat antara 21-240C. Waktu tanam diperhitungkan berdasarkan kemungkinan bahwa waktu berbunga dan berbuah jatuh dimusim kemarau tetapi masih ada sedikit hujan. Budidaya Tanaman. 3QF128.

budidaya tomat servo di musim hujan